Oppung Taruan Boru Napitupulu bersama dengan Petugas CU Tunas Harapan di Kampung Danau Merah, Batam.
Oppung Taruan Boru Napitupulu bersama dengan Petugas CU Tunas Harapan, Nimrod Siahaan di Kampung Danau Merah, Batam.

Senin pagi, 20 Oktober 2025, tim Credit Union Tunas Harapan kembali menyusuri Kampung Danau Merah. Seperti biasa, suasana hangat menyambut kedatangan petugas. Namun di antara wajah-wajah anggota, ada satu sosok yang selalu mencuri perhatian — Oppung Taruan Boru Napitupulu.


Usianya sudah 75 tahun, tapi semangatnya tak pernah surut. Setiap kali petugas datang, Oppung Taruan selalu menyapa dengan senyum lebar. Tangannya masih lincah menyortir kepingan tembaga dari serpihan sampah — pekerjaan yang bagi banyak orang mungkin sepele, namun bagi Oppung Taruan, itulah sumber rezeki dan kebanggaan. Dari hasil itu, ia masih bisa menabung di CU Tunas Harapan, bukan untuk dirinya, melainkan untuk pendidikan cucu-cucunya.


“Saya tidak mau duduk diam saja,” katanya sambil tersenyum. “Kalau badan masih bisa digerakkan, pikiran juga harus digerakkan. Kalau saya tidak ada kerjaan, saya ciptakan sendiri kerjaan saya. Kadang saya menyapu rumah, mencuci kain, bahkan kalau semua sudah bersih dan beres, saya buka lemari, keluarkan kain-kain dan menyetrika ulang. Itu saya lakukan supaya saya tetap bergerak, supaya pikiran saya tetap positif.”


Dari kalimat sederhana itu, kita belajar banyak. Pikiran positif melahirkan tindakan positif. Saat pikiran berkata, “Saya masih bisa,” tubuh pun mencari cara untuk bergerak. Namun ketika pikiran berkata, “Saya sudah tua,” tubuh ikut berhenti mengikuti.

Oppung Taruan membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang, melainkan pengingat — bahwa selama pikiran tetap hidup, kehidupan pun akan terus berjalan.


Bagi Oppung Taruan, produktif bukan berarti harus memiliki penghasilan besar. Produktif berarti menjaga semangat, menjaga gerak dan menjaga makna hidup. Menabung baginya bukan sekadar soal uang, tapi tentang doa dan harapan. Setiap rupiah yang ia sisihkan adalah bentuk kasih kepada cucu-cucu yang ia impikan memiliki masa depan lebih baik.


Di usia 75 tahun, Oppung Taruan Boru Napitupulu menjadi cermin bagi kita semua: Bahwa pikiran yang positif akan menyalakan tubuh untuk terus produktif. Karena sesungguhnya, pikiran yang bekerja adalah sumber tenaga yang tak pernah habis.


CU Tunas Harapan bangga memiliki anggota seperti Oppung Taruan — sosok sederhana yang mengajarkan makna sejati dari kerja keras, ketulusan dan harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *